Kamis, Juni 05, 2008

BELAS KASIH – MEMAHAMI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

BELAS KASIH – MEMAHAMI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

Tidak ada orang seperti pulau, mampu memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri, setiap orang adalah bagian sebuah benua, bagian dari sesuatu yang lebih besar ketika ada tanahnya yang terkikis oleh laut, seluruh bagian yang lain ikut merasakan; dan ketika ada orang yang mati ada bagian dalam diriku yang berkurang karena aku bagian dari umat manusia….. (John Ronne)

Belas kasih (Compassion) adalah mengungkapkan simpati dan kepedulian kepada orang lain melalui niat dan perbuatan. Belas kasih menjangkau orang lain melalui rasa sayang dan hormat. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual dan belas kasih akan memiliki komitmen kepada orang lain, dan akan ikut bertanggung jawab untuk mereka.

Kabar baik (meskipun bagi sebagian orang mungkin tugas paling berat) adalah bahwa orang pertama yang harus dikasihani adalah diri sendiri! Anda perlu hormat kepada diri sendiri , sayang kepada diri sendiri, berbuat terbaik bagi diri sendiri, dan bertanggung jawab untuk penolong diri sendiri agar dapat menjadi yang terbaik.

Jika anda sayang kepada diri sendiri; Anda dapat menumbuhkan dan mengembangkannya. Anda dapat mengungkapkan belas kasih itu kepada orang lain.

§ Bagaimanakah Menunjukkan Belas Kasih Itu ?

“Bila engkau disambut dengan sebuah salam, maka balaslah dengan salam yang lebih hangat; atau setidaknya balaslah”

§ Tunjukkan Belas Kasih kepada Sesama

Dalam situasi apapun, cobalah memaklumi mengapa orang berbuat semua mereka? Cobalah selalu, terutama dalam situasi-situasi “sulit”, untuk mendapatkan diri dalam posisi orang lain. Perlakukan juga orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan. Ini akan memudahkan anda memandang sesuatu, berdasarkan perspektif orang lain (yang bagi mereka selalu benar!), selain memudahkan anda menunjukkan bahwa anda lebih pengertian dan sayang kepada mereka pada gilirannya ini akan menjadikan hidup anda jauh lebih mudah, selain tenteram dan bahagia.

§ Mempercayai Orang Lain

Alangkah manisnya hidup ini andaikata kita dapat mempercayai semua orang. Pada hakikatnya banyak orang, karena pernah sakit hati atau dipermalukan, telah menutup diri secara emosi, sedemikian agar tidak sakit hati lagi. Dengan bersikap demikian sesungguhnya mereka menghentikan hidup dan perasaan sendiri, dan akan lebih menderita dalam jangka panjang. Berilah “nilai A” kepada siapa saja yang anda jumpai, kemudian pelan-pelan biarkan mereka sendiri menentukan apakah akan menaikkan/menurunkan “tawaran” tersebut. Luangkan sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan mereka. Yang menarik, apabila dari karyawan anda, teman anda; dari teman baik anda - Anda lebih berpeluang mendapatkan balasan “nilai A” dari mereka.

“Percayailah orang lain maka mereka akan jujur kepada anda; perlakukan mereka dengan hormat maka mereka akan menunjukkan bahwa mereka sungguh terhormat”

~ o ~

Tidak ada komentar: